Info Kampus
Seminar Nasional Ekonomi Kreatif

Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar seminar nasional yang bertajuk “Optimalisasi investasi pada sektor ekonomi kreatif sebagai langkah menuju pemerataan pendapatan nasional.” Rabu (23/5) bertempat di ruang seminar gedung Dekanat FTM .
Seminar tersebut mengundang narasumber dari Kantor Deperindagkop Propinsi DIY Ir. Polin MW Napitupulu, M.Si, dari Kementrian pariwisata Ir. Sadar Pakarti Budi dan Komisaris independen PT Bank BRI persero Dr. Aviliani Susanti, M.Si dengan moderator ketua LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. M. Irhas Effendi, MS.
Menurut Dr. M. Irhas Effendi, MS. Saat ini Indonesia menempati urutan ekonomi ke-17 terbesar di dunia. Kenberhasilan Indonesia melewati krisis global tahun 2008 mendapatkan apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional. Prestasi ini didukung oleh berbagai aspek, salah satu diantaranya semakin pesatnya pertumbuhan industry ekonomi kreatif yang merupakan ralisasi dari ekonomi kreatif.
Sementara itu Ir. Polin MW Napitpulu, M.Si. Dari Deperindagkop Propinsi DIY Dalam ceramahnya mengatakan bahwa Industri ekonomi kreatif yang banyak berkembang di masyarakat adalah UKM, potensi UKM sangat besar terutama untuk produk kreatif. Definisi industry kreatif menurut Departemen Perdagangan tahun 20009 adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas,ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan kerja melalui penciptaan dan pemanfatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Dalam hal ini produk industri kreatif bisa menjadi andalan UKM di Indonesia karena meiliki industri kreatif yang unik berbasis tradisi dan budaya sehingga mampu melestarikan kekayaan intelektual dan warisan budaya bangsa sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru bernilai tinggi dan mampu bersaing di era keterbukaan ekonomi. Untuk itu pemerintah telah mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun Indonesia kreatif sebagai salah satu emplementasi dari cetak biru pengembangan ekonomi kreatif 2009-2025.
Ekonomi kreatif mempunyai 14 subsektor industri antara lain periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antic, kerajinan, desain, fesyen,video/film/animasi/fotografi, game, music, seni pertunjukan (Showbiz), penerbitan/percetakan, perangkat lunak , televise/radio,riset dan pengembangan serta kuliner.
Menurut Aviliani Susanti Komisaris Utama Bank BRI persero dalam ceramahnya membahas mengenai analisis jangka panjang dari pengembangan program ekonomi kreatif. Strategi kontribusi lembaga keuangan dan prospectus masa depan pengembangan industri kretaif dalam rangka pemerataan pendapatan masyarakat Indonesia. Strategi yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif. Menjelaskan hubungan antara investasi sector ekonomi kreatif dengan pemerataan pendapatan masyarakat dan pengaruh investment grade terhadap investasi di Indonesia.