- Prodi Magister Agribisnis UPN "Veteran" Yogya menggelar seminar dengan tema membangun ekonomi komparatif melalui pemberdayaan agribisnis 27 September 2012 -- Wisuda periode Ke-1 TA 2012/2013 UPN "Veteran" Yogyakarta akan digelar pada tanggal 20 Oktober 2012 -- Penandatanganan MoU antara UPN "Veteran" Yogyakarta dengan Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM berlangsung di Hotel Phonix tanggal 20 September 2012 -- 16 orang dosen dan karyawan UPN "Veteran" Yogyakarta yang akan berangkat menunaikan ibadah haji 1433H telah di lepas oleh Rektor di Masjid Nurut Takwa. -- Dalam rangka mengisi Dies natalis FISIP telah diselenggarakan Seminar dan Konferensi nasional dengan tema Bisnis Media dan perdamaian di Ruang seminar FISIP 29 September 2012 -- Sebanyak 1780 mahasiswa baru UPN "Veteran" Yogyakarta diterima dalam sidang senat terbuka 29 Agustus 2012 -- Mulai Tahun ajaran 2012 Prodi Teknik Informatika UPN "Veteran" Yogyakarta mengembangkan studi Geoinformatika yaitu gabungan antara ilmu kebumian dengan Teknik informatika -- Tim Mahasiswa Teknik Geologi UPNVY memenangi best paper and oral presentation pada Indonesian Petroleum Association -- 140 orang PNS UPN "Veteran" Yogyakarta terima penghargaan karya satya kesetiaan dari Presiden RI -

Info Kampus

Seminar Nasional “Komunikasi Militer, Perang Modern, dan Pengembangan Ketahanan Nasional

Jurusan ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta  menggelar acara seminar nasional  dan konferensi  komunikasi militer dan ketahanan nasional   bertempat di Ruang seminar  FISIP kampus Unit 2 Babarsari  Kamis ( 14/6). Seminar tersebut hasil kerjasama dengan  ASPIKOM  dan beberapa sponsor. Hadir sebagai pembicara pada acara tersebut  Dr. Rudi Lumanto ( Staf Khusus Menkominfo), Dr. Conie Rahakundini Bakrie ( Pengamat Militer UI) dan Dr. Basuki Agus Suparno ( Dosen Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta).

            Rektor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti K, M. Sc  sangat  senang dan menyambut baik adanya seminar dan konferensi  komunikasi militer dan ketahanan Indonesia kali ini. Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa  dalam era reformasi sekarang ini batasan  fisik tidak mampu lagi membendung berbagai ancaman dan gangguan yang datangnya dari luar wilayah, kehidupan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kondisi dalam negeri bangsa  itu sendiri tetapi lebih ditentukan oleh kondisi  dan situasi dunia saat ini.

            Ketahanan Nasional sebagai pilar keberlangsungan suatu bangsa  tidak dapat lagi hanya mengandalkan kemampuan persenjataan militer. informasi negative yang disebarkan oleh media internasional merupakan bagian  dari sebuah perang dingin, model perang konvensioanl sudah mulai bergeser dengan model perang baru. Efek perang  yang lebih dikenal dengan perang asimetris ini  kerugiannnya tidak sebatas  fisik belaka tetapi juga merusak sendi-sendi kehidupan bangsa bahkan hingga idiologi bangsa itu sendiri.

            Indonesia  berpotensi mendapat ancaman  melalui serangan informasi. Media massa berperan sentral dalam mengelola informasi. Atmosfer keterbukaan apabila tidak dikelola dengan baik justru menjadi pintu masuk  serangan informasi. Basuki Agus Suparno dalam ceramahnya mengatakan bahwa Komunikasi memegang peranan penting dalam strategi memenangkan perang  dalam era modern saat ini  . Aspek komunikasi dalam berbagai bentuknya mengalami perkembangan yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan  teknologi yang ada.

            “ Aspek komunikasi memuat  berbagai hal yang merupakan informasi penting. Oleh karena itu aspek komunikasi dalam perang modern terkadang menjadi perang  tersendiri, yakni dengan beredarnya informasi  palsu atau mis informasion yang dikomunikasikan dengan harapan  akan menyesatkan fihak lawan / penerima”. Ungkap Basuki Agus Sukarno.

            Hal tersebut diungkapkan dalam acara seminar  nasional dengan tema komunikasi militer, perang modern dan pengembangan ketahanan Nasional , yang diselenggrakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan  Afitkom kamis 14 Juni 2012 di ruang seminar gedung Agus Salim kampus Tambak Bayan.

            Menurut Agus  dalam komunikasi militer persoalan informasi, misinformasi dan disinformasi bukanlah sesuatu yang jauh dalam memutuskan kepentingan-kepentingan  pertahanan dan kemanan yang strategis. Banyak bukti  yang menjelaskan keputusan penting militer seperti memutuskan untuk berperang yang selalu diawali dengan persoalan informasi, misinformasi dan disinformasi sebagai pendahuluan sebelum perang benar-benar terjadi.

            Mis informasi secara sederhana dapat diartikan sebagai false, mistaken atau misleading information. “Sedangkan disinformasi merupakan misinformasi yang disengaja dan didistribusikan dengan tujuan-tujuan menyesatkan, membohongi atau membingungkan” terangnya.

Index berita:

Hubungi kami

Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur Depok Sleman DIY, 55283
Telp. +62 274 486733