Info Kampus
Seminar Nasional “Komunikasi Militer, Perang Modern, dan Pengembangan Ketahanan Nasional

Jurusan ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar acara seminar nasional dan konferensi komunikasi militer dan ketahanan nasional bertempat di Ruang seminar FISIP kampus Unit 2 Babarsari Kamis ( 14/6). Seminar tersebut hasil kerjasama dengan ASPIKOM dan beberapa sponsor. Hadir sebagai pembicara pada acara tersebut Dr. Rudi Lumanto ( Staf Khusus Menkominfo), Dr. Conie Rahakundini Bakrie ( Pengamat Militer UI) dan Dr. Basuki Agus Suparno ( Dosen Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta).
Rektor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti K, M. Sc sangat senang dan menyambut baik adanya seminar dan konferensi komunikasi militer dan ketahanan Indonesia kali ini. Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa dalam era reformasi sekarang ini batasan fisik tidak mampu lagi membendung berbagai ancaman dan gangguan yang datangnya dari luar wilayah, kehidupan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kondisi dalam negeri bangsa itu sendiri tetapi lebih ditentukan oleh kondisi dan situasi dunia saat ini.
Ketahanan Nasional sebagai pilar keberlangsungan suatu bangsa tidak dapat lagi hanya mengandalkan kemampuan persenjataan militer. informasi negative yang disebarkan oleh media internasional merupakan bagian dari sebuah perang dingin, model perang konvensioanl sudah mulai bergeser dengan model perang baru. Efek perang yang lebih dikenal dengan perang asimetris ini kerugiannnya tidak sebatas fisik belaka tetapi juga merusak sendi-sendi kehidupan bangsa bahkan hingga idiologi bangsa itu sendiri.
Indonesia berpotensi mendapat ancaman melalui serangan informasi. Media massa berperan sentral dalam mengelola informasi. Atmosfer keterbukaan apabila tidak dikelola dengan baik justru menjadi pintu masuk serangan informasi. Basuki Agus Suparno dalam ceramahnya mengatakan bahwa Komunikasi memegang peranan penting dalam strategi memenangkan perang dalam era modern saat ini . Aspek komunikasi dalam berbagai bentuknya mengalami perkembangan yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.
“ Aspek komunikasi memuat berbagai hal yang merupakan informasi penting. Oleh karena itu aspek komunikasi dalam perang modern terkadang menjadi perang tersendiri, yakni dengan beredarnya informasi palsu atau mis informasion yang dikomunikasikan dengan harapan akan menyesatkan fihak lawan / penerima”. Ungkap Basuki Agus Sukarno.
Hal tersebut diungkapkan dalam acara seminar nasional dengan tema komunikasi militer, perang modern dan pengembangan ketahanan Nasional , yang diselenggrakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan Afitkom kamis 14 Juni 2012 di ruang seminar gedung Agus Salim kampus Tambak Bayan.
Menurut Agus dalam komunikasi militer persoalan informasi, misinformasi dan disinformasi bukanlah sesuatu yang jauh dalam memutuskan kepentingan-kepentingan pertahanan dan kemanan yang strategis. Banyak bukti yang menjelaskan keputusan penting militer seperti memutuskan untuk berperang yang selalu diawali dengan persoalan informasi, misinformasi dan disinformasi sebagai pendahuluan sebelum perang benar-benar terjadi.
Mis informasi secara sederhana dapat diartikan sebagai false, mistaken atau misleading information. “Sedangkan disinformasi merupakan misinformasi yang disengaja dan didistribusikan dengan tujuan-tujuan menyesatkan, membohongi atau membingungkan” terangnya.