Perkuat Jiwa Bela Negara, UPN “Veteran” Yogyakarta Gandeng Basarnas DIY Gelar Latihan SAR
Kulon Progo – Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Search and Rescue (SAR) guna memperkuat nilai-nilai Bela Negara. Kegiatan yang diikuti 33 peserta dari unsur dosen, tenaga kependidikan (tendik) dan mahasiswa tersebut, berlangsung pada Selasa-Kamis 28-30 Juli 2026 di lingkungan kampus dan Waduk Sermo, Kulon Progo sebagai lokasi praktik lapangan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Ir. Sutarto, M.T. menyampaikan bahwa kompetensi dalam bidang keselamatan, penanggulangan bencana, dan kemanusiaan merupakan wujud nyata implementasi nilai Bela Negara yang menjadi identitas kampus.“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir insan-insan UPN "Veteran" Yogyakarta yang siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Wakil Rektor saat membuka kegiatan.
Selama tiga hari, peserta memperoleh pembekalan materi teoritis sekaligus praktik lapangan yang didampingi oleh instruktur dan praktisi berpengalaman. Hadi Kusnawan Widagdo dan Basarnas DIY memberikan materi navigasi darat dan water rescue.
Hadi Kusnawan mengapresiasi penyelenggaraan Bimtek SAR yang diinisiasi oleh diinisiasi UPN "Veteran" Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas relawan dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
“Kami siap berkolaborasi dengan UPN “Veteran” Yogyakarta dalam penyelenggaraan Bimtek SAR maupun kegiatan-kegiatan lain sebagai upaya bersama membangun sumber daya manusia yang tangguh di bidang pencarian dan pertolongan," ujarnya.
Materi navigasi darat meliputi teknik membaca peta topografi, penggunaan kompas, penentuan koordinat, orientasi medan, serta teknik pencarian di kawasan pegunungan dan hutan. Sementara, materi water rescue membekali peserta dengan teknik penyelamatan korban di perairan, penggunaan peralatan penyelamatan, prosedur evakuasi, hingga aspek keselamatan personel saat operasi berlangsung.
Peserta juga mendapatkan materi Keamanan dan Keselamatan Lingkungan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Ir. Agus Bambang Wirawan, M.T., selaku Asesor K3L dan Rachmad Widodo sebagai Instruktur K3L. Pada materi K3, peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, menerapkan prosedur keselamatan kerja, serta melakukan mitigasi risiko dalam berbagai aktivitas lapangan.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam membangun SAR UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai tim tanggap darurat kampus yang profesional, terlatih, dan berjiwa pengabdian. Kolaborasi empat UKM berciri Bela Negara yakni UKM Pramuka, Menwa, KSR, dan Mapala, menegaskan bahwa semangat Bela Negara diwujudkan melalui kerja sama, disiplin, kepedulian, dan kesiapsiagaan.
Melalui Bimbingan Teknis SAR, UPN “Veteran” Yogyakarta terus membangun budaya kesiapsiagaan dan ketangguhan agar sivitas akademika mampu menghadapi kondisi darurat serta mendukung operasi kemanusiaan. Sebagai Kampus Bela Negara, UPN “Veteran” Yogyakarta meyakini bahwa Bela Negara juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, kesiapan menghadapi bencana, dan kemampuan memberikan pertolongan secara profesional.
Penulis: Reynov.
Indonesia
English