Prof. Ridho Kresna Wattimena Terpilih Sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026–2030
YOGYAKARTA –Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D. terpilih sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026–2030 melalui Sidang Tertutup Senat Universitas yang diselenggarakan pada Kamis (1/10/2026). Prof. Ridho unggul dengan raihan 33 suara. Sementara itu, dua Calon Rektor lainnya, yakni Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si., meraih 14 suara dan Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T. mengantongi satu suara.
Komposisi suara dalam pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta mengacu pada Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, beserta perubahannya melalui Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018. Dalam ketentuan tersebut, bobot suara Senat Universitas sebesar 65 persen dan porsi suara Menteri sebesar 35 persen.
Adapun porsi 35 persen suara Menteri dikonversi menjadi 17 suara. Sedangkan total suara Senat Universitas sebanyak 31 suara, sehingga total terdapat 48 suara.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., selaku perwakilan Mendiktisaintek menyampaikan pesan Menteri kepada Rektor Terpilih untuk merangkul seluruh elemen di universitas.
“Bapak Menteri berpesan bahwa Rektor Terpilih harus bisa merangkul semua pihak dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan sebaik-baiknya, sehingga UPN “Veteran” Yogyakarta bisa makin melesat makin maju,” ujarnya.
Prof. Ardi juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi penguatan universitas. Menurutnya, optimalisasi kapasitas dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kesejahteraan dan pengembangan karier. Karena itu, Rektor Terpilih diharapkan mampu merumuskan strategi yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan SDM di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Selain pengembangan SDM, Prof. Ardi menekankan pentingnya menjaga identitas UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Bela Negara dan Kampus Energi. Menurutnya, nilai-nilai Bela Negara harus terintegrasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, sehingga tidak berhenti sebagai identitas kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di sisi lain, posisi UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Energi dinilai memiliki kompetensi strategis yang perlu terus diperkuat. Keunggulan tersebut tercermin melalui pengembangan keilmuan dan sumber daya manusia di bidang energi, pertambangan, kebumian, lingkungan, serta manajemen kebencanaan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan tantangan masa depan.“Semoga Rektor Terpilih nanti bisa betul-betul meramu strategi agar UPN “Veteran” Yogyakarta tidak hanya berproses, tetapi melompat ke depan,” imbuhnya.
Ketua Senat UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nurcholis, M.Agr., menjelaskan bahwa hasil Pemilihan Rektor tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Mendiktisaintek untuk diproses sesuai dengan ketentuan dan tahapan yang berlaku. Setelah proses tersebut selesai, Rektor Terpilih akan ditetapkan sebagai Rektor definitif dan dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan.
Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penetapan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030 berada pada tangan Mendiktisaintek.
“Hasil Pemilihan Rektor ini belum merupakan hasil final karena hasil final ditentukan oleh Mendiktisaintek. Selanjutnya, hasil pemilihan akan kami laporkan kepada Menteri untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga nantinya dapat ditetapkan Rektor definitive,” papar Ketua Senat.
Oleh sebab itu, Prof. Nurcholis mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga suasana tetap kondusif selama proses penetapan berlangsung, hingga pelantikan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyampaikan bahwa kepemimpinan Rektor Terpilih ke depan memiliki tantangan untuk memperkuat harmoni dan persatuan di lingkungan universitas. Menurutnya, penguatan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membawa UPN “Veteran” Yogyakarta menghadapi berbagai agenda pengembangan universitas ke depan.
“Tugas besarnya adalah bagaimana mengharmoniskan dan menguatkan seluruh elemen universitas agar UPN “Veteran” Yogyakarta semakin bersatu, semakin baik, dan semakin maju ke depan,” ujar Prof. Irhas.
Sebagai informasi, Prof. Ridho merupakan lulusan S1 Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1991. Ia kemudian menyelesaikan studi S2 Rekayasa Pertambangan bidang Geomekanika di ITB tahun 1996, serta meraih gelar doktor (S3) bidang Mining, Minerals and Materials dengan konsentrasi Rock Mechanics dari University of Queensland, Australia tahun 2003. Ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur Teknik Pertambangan ITB pada tahun 2019.
Saat ini Prof. Ridho tercatat sebagai Guru Besar bidang Teknik Pertambangan di ITB. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Sarjana Teknik Pertambangan (2008–2009), Ketua Program Studi Magister dan Doktor Rekayasa Pertambangan (2012–2013), Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB (2015–2020), serta Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB periode 2020–2024.
Rangkaian Pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026–2030 telah melalui sejumlah tahapan sejak Mei 2026 lalu, meliputi Tahap Penjaringan, Tahap Penyaringan, dan Tahap Pemilihan.
Pada Tahap Penjaringan, Panitia Pemilihan Rektor (PPR) menetapkan lima Bakal Calon Rektor yang dinyatakan lolos seleksi administrasi pada Rabu (29/7/2026). Tahapan tersebut turut disertai dengan perpanjangan masa pendaftaran untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pemilihan.
Tahapan selanjutnya adalah Tahap Penyaringan oleh Senat Universitas. Dari lima Bakal Calon Rektor, Senat UPN “Veteran” Yogyakarta menetapkan tiga Calon Rektor pada Selasa (18/8/2026), dalam Sidang Senat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Rektorat. Ketiga calon tersebut kemudian mengikuti Tahap Pemilihan Rektor melalui Sidang Tertutup Senat Universitas pada Kamis (1/10/2026). Tahapan terakhir yakni Tahap Penetapan dan Pelantikan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030 oleh Mendiktisaintek.
(Penulis: Ulfa)
Indonesia
English