Briliant: Anak Bengkel Motor Penerima KIP Kuliah Jadi Wisudawan Terbaik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta

  • Sabtu 26 September 2026
  • Oleh : Dewi
  • 34
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 26 September 2026 — Berawal dari keluarga sederhana di Bukittinggi, Sumatera Barat, Briliant Agung Madani berhasil menorehkan prestasi akademik dan nonakademik selama menempuh pendidikan di UPN “Veteran” Yogyakarta. Putra pekerja bengkel motor ini menyelesaikan studi pada Program Studi Teknik Pertambangan dengan IPK 3,59 dan dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik I Program Studi Teknik Pertambangan pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027.

Briliant merupakan putra pasangan Ardiviol dan Desril Remita. Lulusan SMA Negeri 1 Baso ini menempuh pendidikan tinggi melalui KIP Kuliah, yang memberinya kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi di bidang akademik maupun nonakademik.

“Bagi saya, KIP Kuliah bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi sebuah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang tanpa terlalu dibebani persoalan ekonomi. Kesempatan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan yang saya miliki,” ujar Briliant.

Kesempatan tersebut ia jawab dengan aktif mengikuti organisasi dan berbagai kompetisi di bidang pertambangan. Sejumlah kompetisi yang diikutinya berskala internasional dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Briliant berhasil meraih Juara I Underground Mine Supporting, Juara II Bench Blast, Juara II Vertical Rock Drilling, serta Top Five Mine Plan Design dalam Youth Mining Competition. Ia juga meraih Juara III National Student Poster Competition di bidang geoteknik.

Menurut Briliant, kompetisi tidak semata-mata menjadi ajang meraih penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, kerja sama tim, dan keberanian mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah mengikuti Youth Mining Competition. Sebelum menjadi perwakilan jurusan, Briliant harus melalui proses seleksi dan bersaing dengan mahasiswa lain. Kesempatan tersebut baru diperolehnya pada semester VI setelah sebelumnya belum berhasil menjadi perwakilan jurusan.

“Pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan mempersiapkan diri lebih baik. Bagi saya, proses menuju kesempatan tersebut juga merupakan bagian dari keberhasilan,” tuturnya.

Ia mengaku salah satu tantangan dalam kompetisi adalah bekerja di bawah tekanan waktu dengan tetap memastikan analisis yang dilakukan tepat. Kondisi tersebut menuntut kemampuan teknis sekaligus koordinasi dan tanggung jawab dalam tim.

Dukungan keluarga, dosen, dan teman satu tim turut berperan dalam perjalanan akademiknya. Dari berbagai pengalaman tersebut, Briliant belajar untuk terbuka terhadap perbedaan cara berpikir, beradaptasi, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Menurut Briliant, pencapaian sebagai lulusan terbaik tidak terlepas dari upaya menjaga konsistensi dalam menyelesaikan setiap tanggung jawab, baik akademik maupun kegiatan pengembangan diri.

“Bukan selalu tentang berjalan cepat, tetapi tetap berjalan dan konsisten sampai akhirnya selesai,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa dan calon mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar tidak menjadikan keadaan sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

“Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, terus belajar, dan berani mencoba. Saya percaya keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, tetapi bisa menjadi alasan untuk berjuang lebih keras,” pesannya.

Setelah menyelesaikan studi, Briliant berencana berkarier di industri pertambangan sebagai Mining Engineer. Ia ingin menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus mengembangkan kemampuan sebagai praktisi. Dalam jangka panjang, ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah memperoleh pengalaman di dunia industri.

“Saya ingin berkarier dan berkontribusi di industri pertambangan, khususnya sebagai Mining Engineer. Saya ingin mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang selama ini saya pelajari,” ujarnya.

Bagi Briliant, predikat lulusan terbaik bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk rasa terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikannya.

“Pencapaian ini adalah bentuk kecil dari rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung saya. Terima kasih karena selalu percaya dan mendukung saya, bahkan ketika saya sendiri sempat ragu. Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga,” katanya

Penulis: dws