UPN "Veteran" Yogyakarta Lepas 1.436 Wisudawan, Rektor Tekankan Makna Ilmu untuk Masyarakat

  • Sabtu 26 September 2026
  • Oleh : Dewi
  • 53
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta, Sabtu, 26 September 2026 - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta meluluskan 1.436 wisudawan dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Ribuan wisudawan tersebut terdiri dua wisudawan Program Doktor (S3), 82 Magister (S2), 1.326 Sarjana (S1), dan 26 Diploma Tiga (D3).

Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua hari, yakni Sabtu (26/9/2026) sebanyak 829 wisudawan dan Minggu (27/9/2026) sebanyak 607 wisudawan. Di antara para lulusan terdapat empat mahasiswa internasional dari Pakistan, Yaman dan Timor Leste.

Dalam sambutannya, Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si. berpesan bahwa wisuda bukan garis akhir, wisuda adalah titik berangkat. Rektor menekankan bahwa gelar, IPK dan penghargaan baru memperoleh makna penuh ketika ilmu yang dimiliki berubah menjadi karya, solusi dan manfaat.

Hal tersebut sejalan dengan Marwah Kampus Bela Negara, yang hari ini hadir profesionalisme, kepatuhan pada etika, inovasi, kepedulian pada lingkungan, penciptaan lapangan kerja, dan kesediaan menggunakan ilmu untuk kepentingan yang lebih luas.

"Itulah makna Widya Mwat Yasa, ilmu pengetahuan menjadi bernilai ketika diabdikan bagi pembangunan bangsa dan negara," ujar Rektor dalam sambutannya.

Rektor menitipkan empat bekal utama kepada para wisudawan di era perubahan dunia yang sangat cepat. Pertama kompetensi, yakni menguasai bidang dilengkapi dengan literasi digital, komunikasi, critical thinking, kreativitas, serta problem solving. Kedua adaptabilitas, yakni tidak takut memasuki ruang baru dan belajar lintas disiplin.

Ketiga karakter, lantaran teknologi dapat membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi kejujuran, tanggung jawab, empati, dan keberanian mengambil keputusan yang benar tetap menjadi kualitas manusia. Keempat kolaborasi, dengan cara membangun jejaring dan menjadi pribadi yang mampu bekerja bersama siapa pun.

"Pengetahuan yang hari ini mutakhir dapat segera menjadi usang. Maka kemampuan paling penting bukan sekadar apa yang Saudara ketahui hari ini, melainkan kemampuan untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan memperbarui kompetensi," tegasnya.

 

Wisuda Terakhir bagi Prof. Irhas sebagai Rektor

Wisuda yang digelar selama dua hari ini, memiliki makna personal bagi Prof. Irhas, lantaran kemungkinan menjadi wisuda terakhir dalam kapasitasnya sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, seiring akan berakhirnya masa jabatannya pada Oktober 2026 mendatang.

"Wisuda periode ini kemungkinan menjadi wisuda terakhir yang saya hadiri dalam kapasitas sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta. Karena itu, bagi saya, dua hari wisuda ini memiliki makna yang sangat khusus," ucapnya.

Ia mengatakan selama menjabat Rektor telah menyaksikan UPN "Veteran" Yogyakarta terus bertumbuh, memperkuat kelembagaan, memperluas layanan, dan tetap menjaga marwahnya sebagai kampus yang didirikan oleh Veteran Pejuang Kemerdekaan. Namun menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah Universitas bukan soal bertambahnya gedung atau penghargaan, tapi para alumni yang menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.

Rektor berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengukur keberhasilan dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkan bagi lingkungan dan masyarakat. Ia mendorong para wisudawan untuk tidak sekadar mengejar karier, melainkan membangun reputasi, serta tidak hanya mencari kesempatan, tetapi turut menciptakan kesempatan bagi orang lain.

Rektor juga mengingatkan agar para wisudawan yang kelak berhasil dan mencapai posisi tinggi tidak melupakan almamater sebagai bagian dari perjalanan mereka.

“Saya titip UPN “Veteran” Yogyakarta kepada Saudara semua. Jaga nama baiknya, besarkan melalui karya, dan buktikan bahwa lulusan Kampus Bela Negara mampu menjadi profesional yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berdampak bagi Indonesia,” pesan Rektor.

“Dan ketika Saudara telah terbang tinggi, jangan lupa jalan pulang ke almamater,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sebanyak 753 wisudawan atau 52,43 persen meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude) dan 16 wisudawan memperoleh Penghargaan Karya Cendekia. Adapun IPK tertinggi mencapai 4,00 untuk program Doktor dan Magister, 3,96 untuk program Sarjana, serta 3,97 untuk program Diploma Tiga.

Penulis: Ulfa