Mahasiswa Teknik Perminyakan UPN “Veteran” Yogyakarta Menjadi Juara 1 Pada Ajang Internasional Oil Rig Design Competition

  • 27 June 2022 , 04:18 PM
  • Oleh : Dewi
  • 417
UPN VETERAN Yogyakarta

Sleman – Mahasiswa Jurusan Teknik Perminyakan UPN “Veteran” Yogyakarta berhasil memperoleh juara  pertama pada ajang internasional oil rig design competition yang diadakan oleh Universiti Teknologi Mara, Malaysia. Mereka adalah Mohammad Chaerul Umam, Angelica Catharine Zefanya, Nur Ilham Tarsila, Chrismenjdo Frento Jonas Aponno, dan Farrel Muhammad Dhaffa.

Oil rig sendiri adalah bangunan di lepas pantai yang berfungsi sebagai pendukung eksplorasi dan eksploitasi tambang. Dalam kompetisi ini para peserta ditantang untuk menciptakan desain yang aplikatif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, seperti mengirim Blueprint Oil Rig Design, 3D Video Oil Rig Design, hingga Virtual Oil Rig Design Presentation.

“Tim kami membawa berbagai inovasi. Kami menggunakan artificial intelligence, machine learning, dan internet of thing pada rig agar dapat memproduksi minyak dan gas dengan aman serta efektif,” ujar Ketua Tim, Mohammad Chaerul Umam.

Umam menjelaskan bahwa inovasi yang dibawa ia dan timnya juga berfungsi untuk mengindari masalah operasi, seperti kegagalan alat. Masalah tersebut akan membuat waktu operasional tidak produktif dan mengurangi nilai ekonomis.

Membawa nama Tim Meridian, Umar mengaku seluruh anggota telah memiliki persiapan yang cukup matang karena mereka telah mengikuti berbagai kompetisi serupa di Indonesia. Mereka terus melakukan perbaikan dalam hal model rig, inovasi, serta kemampuan presentasi.

“Kritik dan masukan dari dosen, rekan, serta juri-juri profesional sebelumnya telah menambah pengetahuan dan semangat kami untuk berkompetisi. Sistem perlombaan yang diadakan di kampus Indonesia juga tidak jauh berbebeda sehingga kami bisa beradaptasi dengan baik dalam perlombaan ini,” papar Umam.

Mahasiswa Teknik Perminyakan tersebut juga menceritakan tantangan timnya kala melakukan presentasi. Karena waktu yang diberikan terbatas, mereka harus menyusun strategi agar materi tetap bisa disampaikan dengan baik dengan tetap memperhatikan etika profesional.

“Kami selalu mendapatkan dukungan dari dosen maupun rekan-rekan kami yang memberikan motivasi dan ambisi untuk selalu berkompetisi,” ujarnya.

Menurut Umam, hal terpenting dalam kompetisi adalah membentuk tim dengan orang-orang yang memiliki tujuan dan ambisi yang sama. Sedangkan dalam kompetisi oil rig desain, sangat penting untuk terus memperhatikan standar dan prosedur.

“Selalu pantau peralatan dan inovasi yang digunakan pada platform lepas pantai serta tuangkan dalam presentasi yang unik menarik dan bisa memukau para juri,” tambahnya.

Melalui prestasi ini, Umam juga turut mengungkapkan harapannya. “Semoga mahasiswa lain dapat aktif untuk mengikuti perlombaan. Dengan demikian, bisa membanggakan universitas dan jurusan masing-masing. Melalui perlombaan kita bisa memperoleh ilmu dan pengetahuan yang tidak didapatkan diperkuliahan serta berpeluang untuk membangun relasi dan praktisi dengan para profesional yang ahli dibidangnya.”

 

Previous Next