UPN "Veteran" Yogyakarta Gelar Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026, Peringati 20 Tahun Gempa Yogyakarta

  • Sabtu 27 Juni 2026
  • Oleh : Dewi
  • 37
  • 4 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta, 27 Juni 2026 -  Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 di Kompleks Candi Prambanan pada Jumat-Minggu, 26-29 Juni 2026. Mengusung tema "Bela Negara untuk Keadilan Energi dan Ketahanan Terhadap Bencana dalam Rangka Menghadapi Indonesia Emas Tahun 2045", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Bela Negara sekaligus refleksi peringatan 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta 2006.

Jambore ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan antara lain mahasiswa, akademisi, politisi, praktisi, pelaku industri, dan budayawan. Inisiator Jambore dan Olimpiade Bela Negara, Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti Kusumayudha, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sekaligus menguatkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan Jambore dan Olimpiade Bela Negara pada dasarnya bertujuan untuk mengingatkan kembali para peserta tentang nilai-nilai Bela Negara, mengajak kembali mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sebatas jargon,” ujar Prof. Sari yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026.

Prof. Sari menambahkan, penyelenggaraan Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 menjadi bagian dari momentum peringatan 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta yang terjadi pada 2006, sekaligus menyambut Dies Natalis ke-68 UPN "Veteran" Yogyakarta yang akan diperingati pada Desember 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta diajak mengunjungi Monumen Gempa Yogyakarta di Dusun Potrobayan, Kabupaten Bantul, serta menelusuri jejak bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Menurut Prof. Sari, kepedulian terhadap penanggulangan bencana merupakan salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai Bela Negara.

“Implementasi Bela Negara terkait kebencanaan, sikap tanggap darurat itu juga salah satu bentuk Bela Negara. Peduli terhadap korban bencana itu juga implementasi dari Bela Negara,” ujar Prof. Sari, yang menjabat sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2014 – 2018.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan diskusi, pembelajaran, penguatan karakter, aksi sosial, hingga kompetisi berorientasi penguatan nilai-nilai Bela Negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan di Lapangan UPN “Veteran” Yogyakarta pada Sabtu (27/6/2026), dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si. Usai upacara pembukaan, peserta menyaksikan Demonstrasi Penanganan Bencana yang diperagakan oleh empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Negara di UPN “Veteran” Yogyakarta yakni UKM Menwa, UKM Mapala, UKM KSR, dan UKM Pramuka. Demonstrasi ini menampilkan praktik kesiapsiagaan dan respons tanggap darurat sebagai implementasi nyata nilai-nilai Bela Negara dalam menghadapi bencana.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Bela Negara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Hendro Widjanarko, S.E, M.M. Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana, Bela Negara Melalui Aksi Nyata”, acara ini menghadirkan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Sri Yanto, S.T., M.Si (Han) sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, Dr. Sri Yanto menegaskan bahwa nilai-nilai Bela Negara semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan strategis, seperti ketahanan energi, perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika global. Menurutnya, Bela Negara merupakan fondasi utama dalam menjaga identitas, karakter, dan jati diri bangsa agar tetap kokoh di tengah pesatnya arus globalisasi, transformasi digital, dan perubahan sosial.

“Di sinilah Bela Negara hadir sebagai jawaban. Bela Negara bukan sekadar slogan atau semangat kebangsaan semata, melainkan panggilan moral dan amanat konstitusi untuk menjaga identitas, membangun karakter, serta memperteguh jati diri bangsa. Ini adalah fondasi utama yang harus kita bangun dan kita kokohkan dalam perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sarasehan juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, M.P., Guru Besar di Program Studi Agribisnis UPN "Veteran" Jawa Timur sekaligus Rektor UPN “Veteran” Jatim Periode 2008–2018 dan Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Kebencanaan Geologi di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta. Keduanya memaparkan pentingnya implementasi nilai-nilai Bela Negara dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Usai sarasehan, peserta mengikuti kegiatan bakti sosial dan widya wisata ke Dusun Potrobayan, Kabupaten Bantul, sebagai bagian dari peringatan 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta 2006. Peserta juga diajak mengunjungi kawasan bekas erupsi Gunung Merapi tahun 2010 untuk mempelajari pentingnya mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta peran gotong royong sebagai wujud nyata Bela Negara.

Selain kegiatan edukatif, Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, antara lain Lomba Fotografi, Lomba Esai, dan Kuis Bela Negara. Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi nilai-nilai Bela Negara, wawasan kebangsaan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun karakter peserta yang tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Penulis Ulfa

Editor: Dewi