KKN Internasional 2026: UPN "Veteran" Yogyakarta Berkolaborasi dengan Temasek Polytechnic Berdayakan Kalurahan Pakembinangun

  • Rabu 01 Juli 2026
  • Oleh : Dewi
  • 46
  • 4 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional – Youth Expedition Project (YEP) 2026. Program yang berlangsung pada 27 April 2026 di Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini mempertemukan 20 mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta dengan 20 mahasiswa Temasek Polytechnic, Singapura dalam sebuah kolaborasi lintas budaya yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Kepala Kantor Urusan Internasional (Office of International Affairs/OIA) UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Ir. Ekha Yogafanny, S.Si., M.Eng., mengatakan bahwa KKN Internasional merupakan salah satu program unggulan UPN “Veteran” Yogyakarta dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global melalui pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat.

"KKN Internasional bukan sekadar program pertukaran mahasiswa, tetapi merupakan ruang pembelajaran lintas budaya yang menghubungkan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi internasional. Mahasiswa belajar bekerja dalam tim multikultural, memahami karakter masyarakat, serta bersama-sama menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi desa mitra," ujar Dr. Ekha.

Selama dua belas hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. Program diawali dengan Opening Ceremony dan sesi Cross-Cultural Understanding, yang menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia dan Singapura untuk saling mengenal budaya, membangun komunikasi lintas budaya, serta memperkuat kerja sama dalam tim internasional.

Untuk memperkenalkan kekayaan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, peserta juga mengikuti kunjungan edukatif ke Pabrik Bakpia Jokem, Pasar Beringharjo, Museum Ullen Sentalu, serta Lava Tour Merapi. Selain itu, mahasiswa mengikuti lokakarya kreatif di Joglo Ayu Tenan guna mempelajari seni budaya lokal, industri kreatif, dan kewirausahaan berbasis masyarakat.

Fokus utama program berada pada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan service learning. Bersama warga Kalurahan Pakembinangun, mahasiswa melaksanakan berbagai program di bidang pemasaran digital, fotografi produk, penguatan identitas visual (branding), pengembangan produk kuliner, serta pengajaran bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh pendampingan dalam memperkuat pemasaran digital melalui pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, fotografi produk, hingga strategi branding. Di sisi lain, pelatihan pengembangan produk kuliner memperkenalkan berbagai inovasi dalam penyajian dan pemasaran produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Sementara itu, program pengajaran bahasa Inggris bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi generasi muda desa sehingga mereka memiliki bekal untuk mengakses peluang pendidikan maupun dunia kerja pada tingkat global.

Program ditutup dengan Community Expo, yang menjadi ajang bagi mahasiswa mempresentasikan hasil kegiatan, rekomendasi pengembangan desa, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan bersama masyarakat. Kegiatan kemudian diakhiri dengan Closing Ceremony sebagai penanda berakhirnya kolaborasi yang mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan kedua institusi pendidikan.

Menurut Dr. Ekha Yogafanny, keberhasilan Youth Expedition Project tidak hanya diukur dari terselenggaranya berbagai kegiatan selama program berlangsung, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat.

"Kami berharap program ini mampu meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi global, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial. Inilah wujud internasionalisasi yang kami bangun, yaitu menghadirkan kolaborasi internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemitraan dengan Temasek Polytechnic merupakan bagian dari komitmen UPN "Veteran" Yogyakarta untuk memperluas jejaring internasional melalui program-program kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program Youth Expedition Project 2026 juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pendampingan UMKM dan penguatan kewirausahaan masyarakat mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat. Pengembangan produk kuliner lokal turut mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan kewirausahaan berbasis pangan.

Di bidang pendidikan, kegiatan pengajaran bahasa Inggris serta pembelajaran berbasis pengalaman mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan kompetensi global peserta didik. Penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi dan pengembangan usaha sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sedangkan kolaborasi antara UPN "Veteran" Yogyakarta, Temasek Polytechnic, dan masyarakat Kalurahan Pakembinangun menjadi implementasi nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama internasional yang saling menguatkan.

Melalui penyelenggaraan KKN Internasional – Youth Expedition Project 2026, UPN "Veteran" Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi global sekaligus berdampak bagi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui mobilitas akademik, tetapi juga melalui kolaborasi nyata yang menghubungkan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan pengetahuan akademik, pertukaran budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah kalurahan dan masyarakat setempat, para mahasiswa mengembangkan berbagai program yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan sekaligus memperkuat kompetensi global, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.