Naraya Ramadhani Padalas, Mahasiswa Teknik Perminyakan UPN "Veteran" Yogyakarta Belum Wisuda, Diterima di Pertamina Hulu Rokan

  • Sabtu 25 Juli 2026
  • Oleh : Dewi
  • 48
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, Sabtu 24 Juli 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta. Naraya Ramadhani Padalas, mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME), berhasil diterima sebagai Junior Reservoir Engineer di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bahkan sebelum mengikuti prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Naraya dijadwalkan mulai bekerja pada 27 Juli 2026. Keberhasilan tersebut diraihnya melalui jalur talent scouting setelah melewati serangkaian seleksi, mulai dari curriculum vitae (CV) hingga user interview bersama tim Reservoir PT Pertamina Hulu Rokan. Menariknya, offering letter telah diterimanya bahkan sebelum menjalani sidang tugas akhir.

Mahasiswa kelahiran Bengkulu itu merupakan lulusan SMAN 2 Kota Bengkulu. Putra dari Emilson Padalas dan Lena Amelia tersebut adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Dengan IPK 3,71, Naraya berhasil membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan persiapan yang matang mampu membawanya meraih kesempatan berkarier di perusahaan energi nasional sebelum resmi menyandang gelar sarjana.

Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si,  Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, menyampaikan bahwa keberhasilan Naraya menjadi bukti kualitas lulusan UPN "Veteran" Yogyakarta yang mampu bersaing di industri strategis nasional bahkan sejak masih berstatus mahasiswa.

"Pencapaian Naraya menunjukkan bahwa mahasiswa yang dibekali kompetensi akademik, karakter Bela Negara, pengalaman organisasi, dan praktik industri memiliki daya saing tinggi. Kami bangga karena lulusan UPN 'Veteran' Yogyakarta mampu dipercaya industri bahkan sebelum wisuda. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sejak di bangku kuliah," ujar Prof. Irhas.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. RM.  Basuki Rahmad, MT,  Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta menilai keberhasilan Naraya mencerminkan efektivitas proses pendidikan yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, serta pembentukan karakter profesional.

"Capaian Naraya menunjukkan bahwa mahasiswa FTME tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, problem solving, komunikasi profesional, serta pengalaman yang dibutuhkan industri energi. Kami akan terus memperkuat kurikulum yang adaptif dan memperluas kemitraan dengan industri agar semakin banyak mahasiswa mengikuti jejak prestasi ini," ungkapnya.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Selama menempuh pendidikan di UPN "Veteran" Yogyakarta, Naraya aktif mengembangkan kompetensinya melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Ia tergabung dalam Society of Petroleum Engineers (SPE) UPN Student Chapter, mengikuti program magang di Rock Flow Dynamics (RFD), serta aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat internasional.

Dedikasi tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya enam prestasi internasional, di antaranya tiga kali Champion of Oil Rig Design Competition, Champion of Well Design Competition, Champion of Plan of Development Competition, serta First Runner Up Oil Rig Design Competition. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat menghadapi proses seleksi di Pertamina Hulu Rokan.

Bagi Naraya, diterima bekerja sebelum wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan industri energi Indonesia.

"Saya ingin terus berkembang sebagai reservoir engineer dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi serta peningkatan produksi migas nasional. Untuk teman-teman mahasiswa, jangan menunggu lulus untuk mempersiapkan karier. Bangun kompetensi sejak dini, aktif berorganisasi, mengikuti kompetisi, magang, dan jangan pernah takut mengambil peluang. Ketika kesempatan datang, pastikan kita sudah siap. Saya percaya bahwa ketekunan, kemandirian, dan kerja keras yang diiringi doa tidak pernah mengkhianati hasil," tutup Naraya.

Penulis: Dewi