Persiapkan Masa Depan, Mahasiswa FEB UPN “Veteran“ Yogyakarta Bedah Strategi Investasi Emas Bareng Pegadaian

  • Jumat 06 Maret 2026
  • Oleh : Dewi
  • 68
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN “Veteran” Yogyakarta antusias mendalami instrumen investasi logam mulia dalam acara Pegadaian Goes to Campus bertajuk “Generasi Emas Punya Rencana”. Kegiatan yang digelar di Ruang Seminar FEB, Kamis (5/3/2026) ini bertujuan membekali para Generasi Emas 2045 dengan strategi investasi riil.

Dekan FEB UPN “Veteran“ Yogyakarta, Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, M.Si., Akt., mendorong para mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak di bangku kuliah, sehingga dapat menuai manfaatnya kelak. Menurutnya, kunci investasi adalah dengan menunda konsumsi yang tidak memberikan nilai tambah.

“Jadi, kalau mau investasi ada yang satu hal yang harus Anda korbankan, yaitu konsumsi yang tidak punya nilai tambah. Jangan sampai konsumsi kita terlalu tinggi, sementara uangnya tidak ada, jadi syarat investasi itu harus ada pengorbanan,“ ucapnya Dekan FEB di hadapan mahasiswa.

Prof. Januar menekankan bahwa emas adalah instrumen investasi safe haven yang menjanjikan imbal hasil optimal dalam jangka panjang, minimal tiga tahun. Karenanya, ia menyarankan mahasiswa mulai berinvestasi sejak dini agar dapat menuai manfaatnya saat mereka lulus nanti.

Pimpinan Cabang Pegadaian Lempuyangan, Antonius Henriyanto, menjelaskan Kegiatan Pegadaian Goes to Campus bertujuan untuk mengedukasi para mahasiswa sebagai Generasi Emas 2045 tentang pentingnya investasi. Upaya ini juga dilakukan agar mahasiswa tidak terjerat dengan investasi bodong, pinjaman online, hingga judi online.

“Selain produk pinjaman gadai dan non-gadai, Pegadaian juga telah memiliki produk Tabungan Emas yang bisa menjadi alternatif instrumen investasi bagi teman-teman mahasiswa,” tuturnya.

Antonius menjelaskan bahwa investasi emas di Pegadaian dapat dilakukan secara digital melalui layanan Tabungan Emas di Aplikasi Tring. Melalui layanan ini, nasabah dapat membeli emas batangan dengan berat minimal 0.01 gram.

Meskipun dalam bentuk digital, lanjutnya, Pegadaian memastikan ketersediaan fisik logam mulia melalui kantor pusat sehingga para nasabah tidak perlu khawatir.

“Jadi perbandingannya 1:1, berapa banyak investasi masuk dalam satu hari, sebesar itu pula kami siapkan fisik emas, sehingga tidak perlu khawatir kalau itu investasi bodong, kami pastikan ada stoknya di kantor pusat Jakarta,” tegasnya.

Pegadaian Goes to Campus dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Nur Ainul Marliyani S.H. selaku Marketing Business to Business dan sesi tanya jawab. Selain itu, diselenggarakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara FEB UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Pegadaian.

Dalam pemaparannya, Nur Ainul menyampaikan bahwa Pegadaian telah diresmikan sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia oleh Presiden Prabowo pada Rabu (26/2/2025) lalu. Sebagai Bank Emas, Pegadaian dapat menyelenggarakan bullion services secara sah dan resmi, mencakup simpanan emas, pembiayaan emas, jasa titip emas, dan perdagangan emas. Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan grafik harga emas Pegadaian dalam setahun terakhir serta cara menabung emas melalui Aplikasi Tring.

Penulis: Ulfa

Editor: Dewi