UPN “Veteran” Yogyakarta Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa

  • Rabu 13 Mei 2026
  • Oleh : Dewi
  • 64
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi para mahasiswa. Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), universitas menghadirkan program Pindar Mengajar pada Rabu (6/5/2026) bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, menjelaskan bahwa Pindar Mengajar merupakan inisiatif edukasi yang mengedepankan prinsip peningkatan literasi masyarakat mengenai Pindar atau Pinjaman Daring, termasuk pemahaman atas risiko, hak dan kewajiban konsumen, serta pentingnya penggunaan yang bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sebagai langkah antisipatif agar para generasi muda tidak terjebak pada pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK. Sebagai informasi, Pindar merupakan kependekan dari Pinjaman Daring, yakni layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending) legal yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Ketua Umum AFPI mengatakan Melalui Pindar Mengajar, pihaknya ingin mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep responsible lending, baik dari sisi penyelenggara maupun pengguna, agar tercipta ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan

“Seiring dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital, penting bagi kita untuk memastikan bahwa pemanfaatannya dilakukan secara bijak,” ujar Entjik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AFPI, Yasmine Meylia, menyoroti pentingnya membangun pemahaman yang lebih seimbang di masyarakat terhadap layanan keuangan. Stigma yang berkembang saat ini sering kali menempatkan pinjaman sebagai beban.

“Padahal dalam praktiknya, pinjaman dapat menjadi solusi finansial untuk berbagai kebutuhan apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Pinjaman adalah alat untuk mencapai tujuan finansial, bukan tujuan itu sendiri,” ujar Yasmine.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK DIY, Kurnia Febra Mikaza, turut menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Menurutnya, Program Pindar Mengajar merupakan wujud nyata kolaborasi antara regulator dan industry dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital, sekaligus mendorong praktik pembiayaan yang bertanggung jawab.

“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak terjebak layanan ilegal serta memahami risiko dalam berutang,” ujar Kurnia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan FEB Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Jamzani Sodik, S.E., M.Si. juga menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan.

“Program Pindar Mengajar ini berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan melalui peningkatan akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal yang aman dan terpercaya. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam system keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.” ujar Jamzani.

Kegiatan Pindar Mengajar di Yogyakarta turut melibatkan sejumlah platform Pindar anggota AFPI, yaitu Kredit Pintar, Lumbung Dana, Samir, Indodana Fintech, UangMe, Indosaku, Rupiah Cepat, dan Danaku. Kehadiran para pelaku industri ini memberikan perspektif kepada peserta mengenai bagaimana layanan Pindar bekerja, sekaligus memperkuat pesan edukasi terkait penggunaan yang bertanggung jawab.

Penulis: Ulfa

Editor: Dewi