UPN “Veteran”Yogyakarta Dorong Regenerasi Atlet Tenis Lewat WIMAYA Open Tennis Tournament 2026
YOGYAKARTA — Sebanyak 111 atlet junior dari berbagai daerah mengikuti WIMAYA Open Tennis Tournament 2026, memperebutkan Piala Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta. Turnamen yang digelar untuk pertama kalinya ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi atlet tenis sekaligus mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dunia usaha, organisasi olahraga, dan komunitas tenis.
Ketua Pelaksana WIMAYA Open Tennis Tournament 2026, Ruri Oktovira, S.IP alumni Hubungan Internasional UPN “Veteran”Yogyakarta mengatakan turnamen dirancang dengan memadukan kompetisi, pembinaan atlet, silaturahmi, dan penguatan jejaring antarlembaga.
“WIMAYA Open Tennis Tournament ini bukan hanya tentang pertandingan dan siapa yang menjadi juara. Kami ingin membangun ruang pertemuan antara atlet, institusi pendidikan, pemerintah, alumni, dunia usaha, dan komunitas tenis. Dari pertemuan tersebut, kami berharap lahir jejaring dan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas,” ujar Ruri.
WIMAYA Open Tennis Tournament 2026 digelar dalam dua rangkaian. Junior Tennis Tournament berlangsung pada 18–20 September 2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun kategori senior digelar pada 26–27 September 2026 di Lapangan Tenis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Pada kategori junior, pertandingan dibagi dalam kelompok umur KU 10, KU 12, KU 14, KU 16, dan KU 18 putra dan putri. Sebanyak 112 atlet mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Ruri, kategori junior menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan WIMAYA karena memberikan pengalaman bertanding bagi atlet muda sekaligus membuka ruang bagi proses regenerasi.
“Melalui kategori junior, kami ingin memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental kompetisi, sekaligus mendorong regenerasi tenis sejak usia dini,” katanya.
Persaingan di setiap kelompok umur berlangsung kompetitif. Pada sektor putra, gelar juara diraih Javier A’lalabib Miza (KU 10), Nadees Arkana Ashar (KU 12), Fikhri Affan Valeandra (KU 14), Aqilla Ilhan Mahira (KU 16), dan Wahyu Ardi Santoso (KU 18).
Sementara itu, sektor putri menempatkan Aisyah Sabiya Annasya Putri (KU 10), Zahrra Nur Shallima (KU 12), Marsya Qaireen Azzalea Zahra (KU 14), Yaunicka Ezra Canaria (KU 16), dan Fadia Fizza Widikusuma (KU 18) sebagai juara pada kelompok umur masing-masing.
Selain kategori junior, WIMAYA Open Tennis Tournament 2026 menghadirkan Beregu Open Undangan yang diikuti enam tim, yakni UPN “Veteran” Yogyakarta, UPN “Veteran” Jawa Timur, Pemerintah Kota Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BTN, dan PT Madubaru.
Adapun kategori Ganda Putra Senior Umum diikuti 28 peserta, melampaui target awal sebanyak 24 peserta. Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Tenis FIK UNY tersebut berjalan kompetitif dengan tetap mengedepankan sportivitas dan persaudaraan.
Opening Ceremony WIMAYA Open Tennis Tournament 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Wali Kota Yogyakarta; Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta; Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.M.T., IPU., Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur; Dr. Ir. Rudiyanto, Dip ISM., MIIRSM., MBA., Ketua Umum PPIA UPNVY; serta Dr. Ir. Hari Nugroho, M.M., dari Korwil Jawa PP PELTI.
Menurut Ruri, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperluas jejaring antarlembaga.
“Olahraga menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi. Setelah itu, jejaring yang terbentuk dapat berkembang ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pengembangan mahasiswa, kegiatan sosial, sponsorship, penguatan komunitas, hingga kerja sama profesional,” jelasnya.
WIMAYA juga menjadi sarana bagi UPN “Veteran” Yogyakarta untuk memperkuat hubungan dengan alumni dan mitra eksternal. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi alumni untuk kembali terhubung dengan almamater sekaligus membangun relasi dengan komunitas dan profesi yang lebih luas.
Tidak hanya bagi alumni dan mitra, penyelenggaraan WIMAYA turut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan civitas akademika yang terlibat. Pengalaman dalam kepemimpinan, kerja tim, manajemen acara, komunikasi, hospitality, sponsorship, dan networking menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui kegiatan tersebut.
Mobilitas peserta dan keluarga dari berbagai daerah selama turnamen turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan. Dampak tersebut dirasakan oleh sejumlah sektor pendukung, seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, penyewaan venue, perlengkapan olahraga, dokumentasi, percetakan, jasa penyelenggaraan acara, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan demikian, WIMAYA tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem kegiatan yang memiliki dimensi sosial dan ekonomi.
Keberhasilan penyelenggaraan perdana WIMAYA Open Tennis Tournament 2026 menjadi pijakan bagi UPN “Veteran” Yogyakarta untuk mengembangkan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Ke depan, WIMAYA diharapkan dapat terus mendukung pembinaan atlet muda sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi lintas sektor.
“Harapannya, WIMAYA dapat terus berkembang. Bukan hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dalam pembinaan atlet, membangun jejaring, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Ruri.
Editor: dws
Indonesia
English