Prodi Hubungan Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta Raih Akreditasi Unggul

  • Selasa 13 Oktober 2026
  • Oleh : Dewi
  • 121
  • 4 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 13 Oktober 2026 — Program Studi (Prodi) Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) dengan skor 258. Pencapaian ini menandai peningkatan mutu akademik Prodi Humas sekaligus memperkuat komitmen UPNVY dalam menghadirkan pendidikan kehumasan yang berbasis riset, adaptif terhadap perkembangan industri komunikasi, dan berorientasi pada tanggung jawab sosial.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 277/AK.03.05/2026 tanggal 28 September 2026. Status Akreditasi Unggul berlaku untuk periode 19 Mei 2026 hingga 19 Mei 2031.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., menyampaikan bahwa perolehan Akreditasi Unggul merupakan bukti dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi program studi untuk terus memperkuat mutu pembelajaran, penelitian, dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia profesional.

“Akreditasi Unggul bukan sekadar pengakuan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga amanah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Kami mendorong setiap program studi untuk terus mengembangkan pembelajaran yang relevan, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Machya, perkembangan dunia komunikasi dan kehumasan menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perubahan teknologi digital, dinamika media, kebutuhan organisasi, serta tuntutan komunikasi yang transparan dan bertanggung jawab. Karena itu, penguatan kualitas akademik perlu berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi profesional dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta, Dra. Siti Fatonah, M.Si., menjelaskan bahwa pencapaian Akreditasi Unggul merupakan hasil dari proses pengembangan program studi yang dilakukan secara bertahap sejak berdiri pada 2017. Prodi Humas mulai menerima mahasiswa pada 2018 dan pertama kali mengikuti akreditasi pada 2021 dengan memperoleh peringkat Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Setelah melalui berbagai upaya penguatan tata kelola akademik, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama dengan pemangku kepentingan, Prodi Humas berhasil meningkatkan status akreditasinya menjadi Unggul pada 2026.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar program studi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pimpinan fakultas dan universitas, hingga mitra yang telah mendukung pengembangan Prodi Humas. Kami memaknai Akreditasi Unggul bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kontribusi ilmu hubungan masyarakat bagi masyarakat,” ungkap Siti Fatonah.

Ia menambahkan, Prodi Humas UPNVY mengembangkan identitas akademik dengan menempatkan riset sebagai salah satu fondasi utama pembelajaran. Pendekatan ini diarahkan untuk membekali mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori dan praktik komunikasi, tetapi juga mampu menganalisis persoalan kehumasan secara kritis, memahami perubahan perilaku publik, serta merumuskan strategi komunikasi berdasarkan data dan kebutuhan organisasi.

Di tengah transformasi digital dan perubahan ekosistem media, kompetensi tersebut menjadi penting bagi calon praktisi hubungan masyarakat. Profesional humas dituntut mampu mengelola komunikasi organisasi, membangun reputasi, memahami karakteristik publik, serta merespons isu secara strategis dan bertanggung jawab.

Selain berbasis riset, Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu penciri pengembangan pendidikan di Prodi Humas UPNVY. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa praktik kehumasan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan informasi dan reputasi organisasi, tetapi juga dengan tanggung jawab sosial, keberlanjutan, dan hubungan yang konstruktif antara organisasi, masyarakat, serta lingkungan.

“Melalui penciri CSR, kami ingin mahasiswa memahami bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun hubungan yang bertanggung jawab antara organisasi dan para pemangku kepentingan. Lulusan humas perlu memiliki kemampuan komunikasi profesional sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial dan keberlanjutan,” jelas Siti Fatonah.

Integrasi riset dan CSR tersebut menjadi landasan dalam membentuk lulusan yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktik kehumasan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan solusi komunikasi yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat.

Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi di Yogyakarta, Prodi Humas UPNVY terus berupaya menjaga relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu komunikasi, kebutuhan industri, dan dinamika masyarakat. Dengan identitas berbasis riset dan penciri CSR, program studi ini mengarahkan pengembangannya pada pendidikan kehumasan yang mengintegrasikan kompetensi profesional, pemikiran kritis, dan tanggung jawab sosial.

Perolehan Akreditasi Unggul dengan skor 258 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Prodi Humas sejak berdiri pada 2017. Capaian tersebut sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat produktivitas dan relevansi penelitian, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kolaborasi, serta menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan profesi kehumasan di masa depan.

Melalui peningkatan mutu yang berkelanjutan, UPN “Veteran” Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak, sejalan dengan perannya sebagai Kampus Bela Negara.

Penulis: dws