UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat di SNBP 2026, Teknik Pertambangan Paling Diminati

  • Kamis 02 April 2026
  • Oleh : Dewi
  • 51
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta — Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di UPN Veteran Yogyakarta memperlihatkan persaingan yang padat di banyak program studi. Dari data penerimaan yang ada, UPN Veteran Yogyakarta membuka 22 program studi dengan daya tampung 1.212 kursi, dan jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur ini tercatat 1.202 orang. Sementara itu, jumlah peminat dari pilihan 1 dan pilihan 2 mencapai 14.291 pendaftar. Kalau dirata-ratakan, satu kursi di jalur SNBP tahun ini diperebutkan oleh hampir 12 pendaftar.

Program studi dengan tingkat keketatan tertinggi adalah Teknik Pertambangan. Prodi ini menerima 52 mahasiswa dari total 1.407 pendaftar, atau berada pada rasio sekitar 1:27,06. Setelah itu ada Teknik Lingkungan dengan rasio 1:24,80, Teknik Metalurgi 1:19,64, Teknik Perminyakan 1:19,47, dan Teknik Industri 1:17,77. Angka-angka ini menunjukkan bahwa rumpun teknik masih menjadi salah satu tujuan paling ramai dalam peta pilihan calon mahasiswa di UPN Veteran Yogyakarta.

Minat yang tinggi itu tidak hanya terlihat di prodi-prodi teknik. Di rumpun sosial dan bisnis, persaingan juga tetap terasa rapat. Ilmu Administrasi Bisnis mencatat rasio keketatan sekitar 1:14,87, Ilmu Komunikasi 1:12,41, Akuntansi 1:9,37, dan Manajemen 1:7,76. Menariknya, Manajemen justru menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa diterima paling besar, yakni 142 orang, tetapi tetap menghadapi jumlah peminat yang sangat tinggi, yaitu 1.102 pendaftar.

Kalau dibaca lebih pelan, data ini memberi gambaran yang cukup jelas. Persaingan masuk UPN Veteran Yogyakarta lewat jalur SNBP tidak bertumpu pada satu atau dua program studi saja. Ada prodi yang benar-benar sangat ketat karena peminatnya menumpuk, ada pula prodi yang tetap kompetitif meski daya tampungnya lebih besar. Di sisi lain, data ini juga memperlihatkan bahwa minat calon mahasiswa terhadap UPN Veteran Yogyakarta tersebar cukup luas, dari bidang pertambangan, lingkungan, dan industri, sampai komunikasi, administrasi bisnis, akuntansi, dan manajemen.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si mengatakan bahwa data SNBP 2026 ini menunjukkan kepercayaan publik yang tetap kuat terhadap UPN Veteran Yogyakarta. “Animo pendaftar yang tinggi ini menunjukkan bahwa UPN Veteran Yogyakarta masih menjadi pilihan penting bagi siswa-siswa berprestasi dari berbagai daerah. Yang menarik, minat itu tidak hanya terkonsentrasi di satu rumpun keilmuan, tetapi tersebar di banyak program studi. Ini menjadi sinyal baik bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan akademik dan penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.

Secara umum, hasil SNBP 2026 ini memperlihatkan dua hal sekaligus. Pertama, persaingan masuk UPN Veteran Yogyakarta tetap tinggi. Kedua, pilihan calon mahasiswa terhadap kampus ini semakin beragam. Bagi UPN Veteran Yogyakarta, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik penerimaan, melainkan juga penanda bahwa kampus ini masih dibaca publik sebagai tempat belajar yang punya daya tarik, punya pilihan bidang studi yang luas, dan tetap relevan di tengah persaingan masuk perguruan tinggi negeri yang semakin ketat.

Penulis: Panji