UPN “Veteran” Yogyakarta Peringati HUT ke-81 RI, Tandai Awal Dies Natalis ke-68

  • Senin 17 Agustus 2026
  • Oleh : Dewi
  • 36
  • 4 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 17 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan, keberagaman, dan kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa menjadi satu rangkaian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di UPN “Veteran” Yogyakarta. Upacara yang diikuti seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa baru warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA), sekaligus menjadi momentum dimulainya rangkaian Dies Natalis ke-68 UPN “Veteran” Yogyakarta.

Nuansa keberagaman tampak dalam pelaksanaan upacara. Para pegawai mengenakan pakaian adat Nusantara, sementara mahasiswa mengikuti upacara dengan seragam. Mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia bersama mahasiswa warga negara asing hadir dalam satu barisan, mencerminkan semangat persatuan di lingkungan Kampus Bela Negara.

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Amanat tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan dan membangun masa depan Indonesia. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya sumber daya manusia unggul, riset, teknologi, dan inovasi yang memberikan solusi bagi kebutuhan bangsa.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi harus menjadi bagian penting dari ikhtiar besar tersebut,” demikian pesan Menteri dalam amanat yang disampaikan Rektor.

Menteri juga menekankan pentingnya membawa hasil riset keluar dari ruang akademik agar memberikan manfaat nyata. Riset perguruan tinggi didorong untuk berkembang menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang digunakan masyarakat, hingga melahirkan perusahaan rintisan dan industri baru berbasis teknologi.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan komitmen UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga membangun karakter Bela Negara melalui karya dan kontribusi nyata.

“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam kerja nyata. Kampus harus mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berintegritas, sekaligus menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kemandirian Indonesia,” ujar Rektor UPNVY.

Menurut Rektor UPNVY, keberagaman yang hadir dalam upacara menjadi gambaran bahwa semangat persatuan dapat tumbuh dari lingkungan perguruan tinggi. Perbedaan asal daerah, budaya, hingga kewarganegaraan tidak menjadi sekat, tetapi bertemu dalam ruang pendidikan dan semangat kebangsaan.

Semangat tersebut sejalan dengan amanat Menteri bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Karena itu, perguruan tinggi juga perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, industri, BUMN, pemerintah daerah, lembaga riset, dan masyarakat.

Semangat kemerdekaan kemudian berlanjut pada momentum institusional UPN “Veteran” Yogyakarta. Usai upacara, rangkaian Dies Natalis ke-68 UPN “Veteran” Yogyakarta secara simbolis resmi dimulai melalui pemotongan pita dan pelepasan burung.

Dua momentum tersebut dirangkai sebagai satu pesan: kemerdekaan harus diisi dengan karya, sementara perjalanan institusi harus terus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi bangsa.

Bagi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dies Natalis ke-68 bukan semata perayaan usia, tetapi menjadi momentum refleksi atas kontribusi yang telah diberikan sekaligus peneguhan arah institusi ke depan.

“Dies Natalis ke-68 bukan sekadar peringatan usia institusi. Ini menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi yang telah diberikan sekaligus memperkuat komitmen UPN ‘Veteran’ Yogyakarta untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak bagi Indonesia,” kata Irhas.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Dies Natalis ke-68 tersebut sekaligus memperkuat komitmen UPN “Veteran” Yogyakarta untuk mengembangkan pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Dalam amanat Menteri, perguruan tinggi disebut memiliki posisi strategis dalam kebangkitan Indonesia. Penguasaan sains dan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan industri nasional dan pengembangan sumber daya manusia.

Indonesia, menurut amanat tersebut, tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk dan teknologi bangsa lain, tetapi harus mampu menjadi bangsa pencipta yang menguasai teknologi dan menentukan masa depannya sendiri. Karena itu, kebangkitan industri Indonesia perlu diperkuat dari perguruan tinggi.

Harapan tersebut diletakkan pada seluruh ekosistem perguruan tinggi, mulai dari pimpinan, guru besar, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Kampus diharapkan menjadi ruang untuk menyiapkan generasi yang mampu menciptakan teknologi, membangun industri, dan mengambil tanggung jawab bagi masa depan bangsa.

Penulis: Dewi